HOW ABOUT TOURISM


Apa aja yach tempat wisata di indonesia?









Rabu, 24 November 2010

INFO Objek wisata Tangerang

:: Objek Wisata Tangerang ::.

Kota Tangerang memiliki beberapa lokasi objek wisata, baik wisata alam, wisata budaya, maupun wisata rohani. Obyek-obyek wisata tersebut perlu dikelola dengan profesional sehingga bukan hanya mencapai tujuan-tujuan ekonomis seperti meningkatkan arus kunjungan wisatawan, tetapi juga dapat memelihara cagar budaya dan sejarah yang sangat penting dalam perkembangan Kota Tangerang.

Selain itu, Tangerang juga memiliki beberapa tempat dan agenda budaya yang menarik. Jika potensi ini dikelola dengan baik, bukan hanya akan mendatangkan arus wisatawan dan mendorong perekonomian wilayah, namun lebih penting dari itu adalah akan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata, seni dan budaya serta akan memperkokoh karakter dan jati diri masyarakat Kota Tangerang.

Untuk itu, idealnya tidak direduksi hanya sebatas pemeliharaan seni dan tradisi masyarakat, tetapi juga upaya untuk mengelaborasi nilai-nilai yang terdapat dalam setiap tempat pariwisata dan agenda budaya tersebut untuk kemudian dijadikan salah satu elemen dalam membangun kultur dan karakter masyarakat Kota Tangerang.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana agar kekayaan yang dimiliki ini terus disosialisasikan dan dipromosikan khususnya kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang sehingga akan lebih mengenal dan timbul rasa memiliki terhadap kekayaan pariwisata, seni dan budaya tersebut.
Untuk meningkatkan program pariwisata ini, Pemerintah Daerah Kota Tangerang perlu mengedakan berbagai event wisata dan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan operator pariwisata.
Beberapa tempat wisata, seni dan budaya yang dimiliki Kota Tangerang adalah sebagai berikut :
GEDUNG PUSAT PEMERINTAHAN

Dibangun di atas tanah seluas 49 hektar dengan luas halaman 6.612,24 m2 terdiri dari lima lantai dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 60 Milyar dalam 3 tahun anggaran, gedung ini dirancang oleh Ir. Slamet Wirasonjaya. Tujuan dibangun gedung ini adalah dipergunakan untuk kegiatan legislatif dan eksekutif, sehingga penyelenggaraan kegiatan tersebut akan terkonsentrasi dalam satu area.
PT (PERSERO) ANGKASA PURA II
PT. (Persero) Angkasa Pura II merupakan sabuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa kebandarudaraan dan jasa keselamatan penerbangan, suatu bidang usaha yang berteknologi tinggi, berstandar internasional dan memiliki perkembangan yang sangat dinamis. PT. (Persero) Angkasa Pura II pada awalnya bernama Perum Udara Jakarta Cengkareng. Didirikan pada tanggal 136 Agustus 1984 untuk mengelola dan mengusahakan Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng dan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma. Selanjutnya pada tanggal 2 Januari 1993, resmi berubah nama menjadi PT. (Persero) Angkasa Pura II sesuai Akta Notaris Muhani Salim, SH No. 3 Tahun 1993. Saat ini PT. (Persero) Angkasa Pura II mengelola sepuluh Bandar Udara di Kawasan Barat Indonesia, diantaranya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

MASJID RAYA AL-A’ZHOM
Dibangun di atas tanah seluas 2,25 hektar dengan luas bangunan 5.775 m2 terdiri dari lantai bawah 4.845,08 m2 dan lantai atas 909,92 m2 berkapasitas 15.000 jamaah, dirancang oleh Ir. Slamet Wirasonjaya menelan biaya sebesar Rp. 28,3 Milyar. Masjid ini dapat berfungsi sebagai tempat Sholat Wajib, Sholat Sunah, Sholat Jum’at dan Sholat Ied juga sebagai pusat penyiaran pengkajian dan informasi Agama Islam dengan majelis ta’lim dan kegiatan kuliah subuh serta pusat kegiatan sosial umat Islam.
MESJID KALI PASIR
Tahun 1700 : Dibangun oleh Tumenggung Pamitwidjaya dari Kuripan (11 Agustus)
Tahun 1904 : Diurus dan diperbaiki serta dibangun menara oleh RD Jasin Judanegara Putra dari Nyi. RD. Djamrut keturunan dari Tumenggung Pamitwidjaya dari Kuripan.
Tahun 1918 : Diubah bagian dalamnya oleh RD. Jasin Judanegara, M. Muhibi. H. Abdul Kadir Banjar dan Masjid merupakan Masjid tertua di Kota Tangerang.
MESJID PINTU SERIBU
Masjid Pintu Seribu "Nurul Yaqin", terletak di Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Merupakan Masjid yang mempunyai keunikan tersendiri, yaitu dengan memiliki seribu pintu.
VIHARA/KELENTENG
Kedatangan orang Cina, pertama kali ke Tangerang belum diketahui secara pasti. Dalam kitab sejarah Sunda yang berjudul "Tina Layang Parahyangan" (Catalan Dari Parahyangan) disebut tentang kedatangan orang Tionghoa ke daerah Tangerang, di muara Sungai Cisadane yang sekarang diberi nama Teluk Naga pada tahun 1407. Gelombang kedua kedatangan orang Tionghoa ke Tangerang diperkirakan terjadi setelah peristiwa pengusiran orang Tionghoa di Batavia pada tahun 1740, VOC mengirimkan orang-orang Tionghoa ke daerah Tangerang, disekitar Tegal Pasir (Kali Pasir), Belanda mendirikan perkampungan Tionghoa yang dikenal dengan nama Petak Sembilan yang menjadi pusat perdagangan terletak disebelah timur Sungai Cisadane, daerah Pasir Lama sekarang. Para penghuni perkampungan Petak Sembilan secara gotong royong mendirikan sebuah kelenteng pada tahun 1684 yang diberi nama Boen Tek Bio dan berdirilah kelenteng-kelenteng lainnya seperti Boen San Bio pada tahun 1689 yang merupakan tempat beribadat Umat Budha dan Konghucu. Kelenteng tersebut merupakan kelenteng tertua di Wilayah Banten dan terkenal dengan tradisi pecunnya.
BENDUNGAN PINTU AIR SEPULUH
Bendungan ini dibangun tahun 1928 dan mulai dioperasikan tahun 1932 di masa penjajahan Belanda. Bendungan tersebut mampu mengairi kurang lebih 1.500 Ha sawah yang berada di daerah Kota dan Kabupaten Tangerang. Bendungan ini lebih dikenal dengan sebutan "Bendungan Pintu Air Sepuluh " atau "Sangego".
SITU CIPONDOH
Obyek wisata ini terletak 10 km dari pusat kota, berada di Wilayah Kecamatan Cipondoh. Selain sebagai obyek wisata, Situ ini juga berfungsi untuk konservasi air. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan adalah wisata air, memancing ikan, menikmati panorama Situ dengan latar belakang pemandangan alam yang indah.

FASILITAS OLAHRAGA
Kota Tangerang memiliki 2 (dua) Lapangan Golf, yakni Padang Golf Cengkareng dan Padang Golf Modernland.
Padang Golf Cengkareng dapat melaksanakan kegiatan olah raga dan sosial untuk para anggota dan tamu mereka termasuk pertandingan / turnamen yang berhubungan dengan golf, promosi, sosial dan kemasyarakatan baik formal maupun non formal. Padang Golf Modernland merupakan satu-satunya lapangan golf di Indonesia yang dapat dipergunakan pada malam hari dan memiliki sport club yang fasilitasnya antara lain : Tenis Dalam dan Luar Ruang, Bulu Tangkis Dalam dan Luar Ruang, Gymnasium, Aerobic Studio, Tenis Meja, Squash, Kolam Renang (Ukuran Olimpiade), Sauna, Steam, Jacuzzi, Loker Pribadi, Toko Olahraga dan Restoran Bistro tepi kolam.
PENGINAPAN DAN RUMAH MAKAN
Sebagai penyanggah Ibukota dan merupakan Kota Industri, Perdagangan serta Pariwisata, Tangerang memiliki sejumlah sarana akomodasi dari hotel berbintang lima seperti Hotel Sheraton Bandara (Bintang 5), Hotel FM 7 (Bintang 4), Hotel Istana Nelayan (Bintang 3), FM-3 transit Hotel (Bintang 3) dan Jakarta Airport Hotel (Bintang 3). Sedangkan Hotel Melati yang tersebar di seluruh pelosok kota, antara lain : Permata Bandara, Permata Mulia, Hotel Elia, Uswah Hotel, Hotel Anugrah, Al Amin Hotel, Merdeka Group, dan Mentari Hotel.
Restoran dengan menu makan nasional dan internasional banyak terdapat di Kota Tangerang, dari Restoran Jepang, Korea, China sampai Rumah Makan Padang (Masakan Nasional) yang mudah anda dapati di sudut-sudut Kota Tangerang dengan suasana penuh keakraban
GEDUNG KESENIAN
Gedung ini merupakan padepokan seni budaya yang akan dijadikan sebagai pusat pertunjukan, wadah para seniman Kota Tangerang yang berkreasi dan berkarya. Gedung ini terletak di Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang dengan luas 3.490 m2 dan luas bangunan 838 m2, menghabiskan biaya Rp. 2.325.376,000,-.
FESTIVAL CISADANE
Salah satu upaya Pemerintah dan masyarakat Kota Tangerang untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kota Tangerang yaitu dengan memanfaatkan keberadaan Kali Cisadane yang membelah Kota ini, yaitu "Festival Cisadane".
Festival Cisadane tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan aset wisata, namun yang lebih penting adalah sebagai media hiburan dan pesta rakyat, agar masyarakat Kota Tangerang, mampu memberikan tampilan yang menjadikan daya tarik wisatawan maupun masyarakat Kota Tangerang yang dimeriahkan dengan lomba Perahu Naga, Perahu Tradisional (Kole-kole), Bazaar dan Pagelaran Seni Tradisional.
KANG & NONG
Kang & Nong adalah pemilihan duta wisata daerah Kota Tangerang. Ajang pemilihan Kang dan Nong ini dapat menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah serta membentuk generasi muda yang berbudi luhur dan kreatif. Untuk pemilihan Kang dan Nong ini menggunakan beberapa tahapan seleksi. Untuk Finalis akan dipilih 20 besar yang terdiri dari 10 Kang dan 10 Nong. Para finalis akan diuji di Grand Final Kang & Nong Kota Tangerang. Dari 20 orang ini akan dipilih satu Kang dan satu Nong. Ada beberapa poin penilaian dalam pemilihan Kang dan Nong ini, yaitu brain (kecerdasan), beautiful (kecantikan), dan behaviour (kepribadian).
Pemilihan Kang dan Nong ini merupakan program rutin Pemkot Tangerang dalam rangka pengembangan budaya tradisional serta mencari sosok generasi muda yang dinilai mampu menjadi duta pariwisata Kota Tangerang. Karena Kota Tangerang merupakan gerbang Propinsi Banten yang juga menjadi salah satu daerah wisata di Indonesia.
BARONGSAI
Singa Batu model dari Cieh Say ini ada bermacam-macam, tapi yang utama mengikuti dua aliran, yaitu Aliran Utara dan Selatan yang dimaksud adalah sebelah Utara Sungai Yang Zi, bentuknya garang, badannya tetap, mulutnya persegi seperti yang kita lihat di kelompok Istana Kekaisaran di Beijing, sedangkan aliran selatan adalah terdapat di sebelah Selatan Sungai Yang Zi, bentuknya lebih bervariasi, lebih luwes, tapi kurang gagah. Aliran Selatan, pada umumnya berada di kelenteng-kelenteng Indonesia, khususnya di Kota Tangerang, termasuk bentuk singa ini, sama sekali tidak mirip dengan wujud singa sebenarnya, tetapi diambil dari Anjing Say yang pada waktu itu dipelihara Kaisar dan hanya di Istana saja, karena dianggap suci. Yang berkembang di Tangerang bernama Barongsai, terdiri dari beberapa jenis, antara lain : Kilin, Peking Say, Lang Say, Samujie.
COKEK
Cokek adalah sebuah jenis tarian khas Kota Tangerang, kesenian khas daerah. Kesenian ini merupakan perpaduan antara Cina dan Sunda, yang mempunyai keunikan tersendiri. Kesenian ini awalnya berkembang di daerah Betawi.
Kesenian Cokek berkembang di Kota Tangerang, di daerah Selapanjang Jaya dan Neglasari khususnya ditampilkan di Rumah Kawin Cina yang diiringi oleh musik Gambang Kromong. Kesenian lainnya yang berkembang di Kota Tangerang antara lain : Lenong, Rebana Ketimpring, Tanjidor, Marawis sebagai kesenian yang bernuansa lslami,dan lain-lain.

Pasar Lama Tangerang

Info Imlek (3) : Glodok - Pasar Pagi - Pasar Lama


 
  • Info Imlek (3) : Glodok - Pasar Pagi - Pasar LamaInfo Imlek (3) : Glodok - Pasar Pagi - Pasar Lama
 
Kemeriahan menyambut Tahun Baru Imlek 2561 di beberapa tempat di Jakarta dan Kota Tangerang,dapat kita lihat dengan banyaknya pedagang menjual aneka kebutuhan Imlek.

Kelengkapan dan kebutuhan Imlek antara lain yang banyak diperdagangkan : aksesoris,pernak-pernik, makanan,dan pakaian bercorak khas China,yang kebanyakan berwarna merah.Di manakah dapat kita temukan barang- barang tersebut?Tentunya tempat ini tak asing lagi,terkenal dengan sebutan Pecinan,yaitu daerah Glodok,Pancoran,dan Pasar Pagi Jakarta Barat. Sedangkan di Kota Tangerang, yang terkenal dengan sebutan Pecinan adalah daerah Pasar Lama,yang berada di Jalan Kisamaun Tangerang Banten.

Di daerah Pasar Pagi Jakarta Barat yang terkenal dengan harganya miring atau relatif murah,di beberapa tempat dapat kita temukan para pedagang menjual aneka pernak-pernik Imlek,aksesoris,buah-buahan import dan berbagai aneka makanan ringan.Antara lain di sekitar bawah jembatan layang/fly over Asemka atau terkenal sebutan Petak Baru,Jalan Petongkangan,Gedung Pasar Jaya Pasar Pagi,Jl. Perniagaan Timur dan Jl. Pintu Kecil Petak Sembilan. Sedangkan di Glodok Pancoran antara lain : di Gedung Chandra (Chandra Building),Jl. Pancoran Raya (dekat Chandra dan Gloria Shoping Centre),dan di Jl. Toko Tiga.Melihat barang-barangnya,kami bisa pastikan barang tersebut import dari negeri Panda,China.
Sama halnya di Pasar Lama,Jl. Kisamaun Tangerang,beberapa toko dan pedagang kaki lima juga menjual barang yang hampir sama jenisnya seperti di Pasar Pagi Jakarta,karena kebanyakan juga mereka mengambil dari Pasar Pagi Jakarta.Hanya perbedaannya,kalau di Pasar Pagi Jakarta kebanyakan mereka menjual secara grosir/partai dan eceran,sedangkan di Pasar Lama Tangerang hanya menjual eceran.



Contoh pernak-pernik Imlek,aksesoris dan aneka makanan khas Imlek al:
- Pohon/bunga sakura (warna pink)
- Pohon/bunga Me Hwa atau Mei Hua (warna merah)
- Aneka lampion
- Aneka kertas/amplop ampao bergambar macan
- Aneka gantungan bergambar macan
- Aneka lukisan
- Topi China
- Kelengkapan/pakaian barongsai
- Pakaian khas China (Cheong Sam)
- Aneka patung/mainan khas China
- Aneka lampu Imlek
- Aneka makanan khas : kuaci,kam lan,permen-permen,aneka manisan buah kemasan,biscuit dan snack.
- Buah jeruk import China : dalam kemasan dus (Lokam,Ponkam,Honey Kam,dll.





Demikian informasi singkat ini kami sampaikan,semoga bermanfaat,khususnya bagi Anda yang saat ini sedang mencari untuk kebutuhan menyambut Tahun Baru Imlek 2561.

Tanjung pasir Tangerang

 
  • Pantai Tanjung Pasir TangerangPantai Tanjung Pasir Tangerang
 
Kabupaten Tangerang Banten,mempunyai potensi bahari dengan garis pantai Utara-nya yang panjangnya berkisar 50 KM,dari Pantai Dadap sampai Pantai Kronjo,meliputi 7 kecamatan : Kosambi,Teluk Naga,Paku Haji, Kronjo,Sukadiri,Kemiri dan Mauk.Salah satu kawasan wisata bahari yang cukup ramai dikunjungi orang saat liburan,baik liburan akhir pekan atau liburan nasional lainnya,adalah Pantai Tanjung Pasir,yang masuk wilayah kecamatan Teluk Naga.

Menuju ke Pantai Tanjung Pasir,yang jaraknya berkisar +/- 29 KM dari Kota Tangerang atau +/- 25 KM dari exit pintu M-1 (west gate) Bandara Soekarno Hatta,melalui jalan Marsekal Surya Darma (Jalan Selapanjang),papan nama Selamat Datang di Kawasan Wisata Tanjung Pasir - Penyeberangan Pulau Seribu,telah menanti setiap orang yang datang di kawasan ini.


Foto : Selamat Datang Di Desa Tanjung Pasir & Kawasan Wisata Tanjung Pasir

Sengaja kami menyempatkan ke Tanjung Pasir pada hari kerja (5/5/10),karena kami sudah beberapa kali ke tempat ini pada hari libur.Sangat mencolok sekali perbedaan suasana di hari libur yang sangat ramai orang berkunjung ke tempat ini,sedang pada hari biasa saat kami datang,sangat lengang terkesan tidak ada aktifitas wisata sama sekali.Tetapi jangan salah duga dulu,karena hari masih pagi (09.00) tentunya suasana ini akan sedikit berubah pada siang hari sampai petang hari,kata salah satu orang yang kami jumpai.

I. Suasana sebelum memasuki Kawasan Wisata Tanjung Pasir
Melewai daerah Kampung Melayu Teluk Naga,selepas pasar maju sekitar 200 meter ambil arah kanan persis didepan sekolahan Strada,kita sudah memasuki jalan Tanjung Pasir.Melewati suasana pedesaan yang yang bersih dan rapi,dengan jalan yang bagus,berkisar perjalanan 15 menit ke depan,kita akan disuguhi kawasan tambak-tambak yang ada di kedua sisi jalan.Tidak itu saja,puluhan rumah makan/saung-saung ala seafood yang dominasi bangunan bambu disebelah kiri jalan dan beberapa di sebelah kanan,siap menanti setiap orang yang ingin mampir makan dengan menu spesial ikan bakarnya.Di kiri jalan ini juga,tepatnya di Jl. Tanjung Pasir KM.7,kita akan temui papan nama besar tertulis Tanjung Pasir Resort - Fishing,Hotel, Cafe,Restaurant,and Pool dan di sebelah kanan ada Taman Buaya Tanjung Pasir-Taman Rekreasi & Hiburan,tempat penangkaran buaya, dengan ciri khas di depannya ada patung buaya besar.


Foto : Panorama Jl. Tanjung Pasir Raya (kiri jalan : Tanjung Pasir Resort)

II. Kawasan Wisata Pantai Tanjung Pasir-Penyeberangan Pulau Seribu

Setelah melewati gapura Selamat Datang Di Desa Tanjung Pasir,sekitar 200 m jalannya rusak dan banyak lubang melewati rumah-rumah penduduk setempat,pintu Selamat Datang di Kawasan Wisata Pantai Tanjung Pasir-Penyeberangan Pulau Seribu dengan penjagaan beberapa orang untuk menyodorkan tiket tanda masuk, barulah kita menemui suasana pantai dengan perahu-perahu kayu siap mengantar kita ke Pulau Seribu.Harga tiket masuk Rp.2.500/orang dan biaya parkir motor atau mobil untuk seharian dan menginap Rp. 3.000,- dan Rp.5.000,-.


Foto : kapal-kapal kayu yang tertambat di pantai Tanjung Pasir



Foto : area dan salah satu rumah makan di pantai Tanjung Pasir



Karena kami datang pada pagi hari dan tidak hari libur,suasana memang sepi,yang ada perahu-perahu kayu terkait di pinggir pantai dan suasana di rumah-rumah makan yang cukup banyak terlihat hanya pemilik atau penduduk yang duduk-duduk di sana.Sejenak kami berbincang-bincang dengan "pemilik" kapal Mulyadi Jaya, yang nampaknya kapal kayu yang terbesar kami lihat.Hasil ngobrol,dapat informasi bahwa kebanyakan kapal- kapal kayu yang ada,bila pada hari biasa hanya sebagai transportasi penduduk Pulau Untung Jawa yang berangkat dan akan kembali lagi ke pulau,setelah melakukan urusan belanja segala keperluan untuk di pulau, seperti bahan pokok,barang belanjaan untuk dijual lagi dan keperluan rumah makan.Setiap harinya cukup banyak yang hilir mudik dari pulau Untung Jawa ke Tanjung Pasir,sedangkan selebihnya adalah orang-orang yang ingin pergi memancing atau ada juga yang ingin menginap di Pulau Untung Jawa.Untuk ongkos naik kapal, harganya Rp.7.500,- (ada juga yang Rp.10.000,-) sekali jalan atau biasanya sekaligus dibayar saat di jemput pada sore hari sebesar Rp.15.000,- bila yang tidak akan menginap.Perjalanan ke Pulau Untung Jawa sangat relatif dan tergantung cuaca dan ombak di laut,tetapi bila dalam keadaan tenang,hanya membutuhkan waktu 20-30 menit.

Kapal-kapal kayu yang ada,rata-rata bermesin diesel dan ada yang bermesin diesel mobil,contohnya seperti kapal Mulyadi Jaya yang bermesin diesel mobil,sehingga kecepatannya lebih kencang dan lebih banyak muatannya,sekitar 80 orang sampai 100 orang,kata Bapak pemlik kapal ini.
Suasana di kawasan pantai Tanjung pasir,cukup rapi dan nyaman,walaupun tepi pantainya kurang bersih dan pasirnya hitam,tetapi untuk rumah-rumah makannya 'oke' lah.

Sekilas informasi Pulau Untung Jawa

Saat beberapa bulan yang lalu kami menuju ke pulau Untung Jawa dari Tanjung Pasir.Pulau Untung Jawa dan Pulau Rambut merupakan pulau yang langsung berhadapan dengan Tanjung Pasir,sehingga untuk ke pulau ini,Tanjung Pasir menjadi pilihan yang tepat. Dengan naik kapal-kapal kayu yang setiap saat menuju ke Pulau Untung Jawa,tentunya kita bersama-sama dengan penumpang lainnya,kecuali kita menyewa untuk bersama kelompok.Dalam waktu 20-30 menit,kapal merapat di dermaga Pulau Untung Jawa yang terbuat dari beton yang sangat kuat dan memliliki jembatan menjorok ke laut agar kapal-kapal dapat merapat sekaligus.Untuk masuk ke pulau,saat ini sudah tidak dikenakan biaya masuk,dimana sebelumnya sebesar Rp.3.000,-/orang.
Pantai dipulau ini sangat bersih dan berpasir putih,banyak tenda-tenda pantai untuk beristirahat dan ada tanggul yang terbuat dari beton untuk mengatasi abrasi air laut,disini dapat kita gunakan untuk memancing.
Tertulis peraturan,tidak boleh mengambil kerang-kerang atau karang dari pulau untuk dibawa pulang.


Foto : dermaga dan pantai landai-pasir putih Pulau Untung Jawa

Selain rumah-rumah penduduk yang tinggal di pulau ini,tersedia banyak penginapan yang bagus dan bersih bila ingin bermalam di pulau,selain itu tersedia playground di darat untuk anak-anak bermain.Banyak tempat makan/saung-saung yang menyediakan hidangan khas laut,seperti ikan bakar,udang dan cumi-cumi,ini kita nikmati di alam terbuka dengan berteduhkan pepohonan yang cukup besar atau makan di dalam ruangan rumah makan/saung.Terdapat juga cukup banyak toko sovenir,dan yang menarik juga ada hutan bakau (mangrove) serta pembibitannya,dengan penutup kanopi untuk melintas.Bagi yang ingin bermain di pantai,atau berenang,terdapat banyak pilihan tempat.Di pulau ini juga,terdapat makam kramat Nyi Mas Melati,dan sering banyak yang berkunjung ke makam ini.Mengelingi pulau berjalan kaki,bukan hal yang melelahkan,karena pulau ini terbilang tidak besar.Soal keamanan dan kenyamanan tempat ini,sangat mendukung sekali,hal ini dapat kita lihat dengan adanya papan kecil bertulis bila ada masalah keamanan dapat menghubungi nama dan nomor kontak handphone tersebut.


Foto : pantai yang selalu ramai

Nah,untuk informasi Pulau Rambut  yang merupakan Cagar Alam dan Suaka Margasatwa,untuk memasuki wilayah ini kita harus mendapat ijin terlebih dahulu dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI,dengan mengantongi Simaksi (surat ijin masuk kawasan konservasi),cukup menyewa kapal dengan ongkos Rp. 50.000,- bila ingin ke Pulau Rambut.Sebagai catatan,untuk menuju Pulau Rambut,hanya bisa dilakukan melalui transit dari Pulau Untung Jawa,artinya tidak bisa langsung dari Tanjung Pasir langsung ke sana.
Info terbaru : Wisata Kepulauan Seribu - Pulau Untung Jawa & Pulau Rambut

Pesona bahari dengan segala keindahannya,tentunya akan semakin menarik dan berkesan bila diisi dengan kegiatan lainnya,seperti memancing ikan atau kegiatan lainnya,yang penting segala aktifitas yang dilakukan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan,baik di pantai Tanjung Pasir atau Pulau Untung Jawa atau Pulau Rambut.Nikmati juga wisata kuliner di Pantai Tanjung Pasir dan Pulau Untung Jawa,pastinya menu 'laut' yang mendominasi.Menikmati keindahan alam dengan sejuta pesona yang ada di alam bahari,menjadi alternatif wisata lainnya di darat,tidak ada salahnya bila ingin mencoba wisata ini,datang saja ke Pantai Tanjung Pasir Teluk Naga Kabupaten Tangerang,nikmati sensasinya di sini dan lanjutkan dengan menuju ke Pulau Untung Jawa,yang menyimpan sejuta pesona alam pulau-nya.

Selamat menikmati sensasi kuliner di sepanjang kawasan Tanjung Pasir,dan menikmati keindahan alam Pantai Tanjung Pasir,serta Pulau Untung Jawa.

Untuk foto-foto lainnya,kami sajikan di GALERI JEPRET 
Potret Jl. Tanjung Pasir Raya 'sebelum ke pantai'
Area pantai Tanjung Pasir 'rumah makan' dan Kapal-kapal kayu Pantai Tanjung Pasir.
Lihat peta lokasi : Pantai Tanjung Pasir (menuju ke tempat ini melalui jalan Raya Tanjung Pasir).

WISATA TANGERANG

SITU CIPONDOH
Berlokasi di Jl. KH. Hasyim Ashari Cipondoh Kodya Tangerang,berjarak sekitar 2,5 Km dari pusat Kota Tangerang, merupakan situ di Tangerang yang paling luas (126 Ha),telah lebih dahulu menjadi area wisata air,dibandingkan dengan kedua situ lainnya. Terdapat berbagai pasilitas yang mendukung,antara lain sarana untuk wisata air,yaitu bebek 'gowes' (sepeda air),perahu dayung,tempat memancing dan warung/tempat kuliner.Karena situ ini persis berada di pinggir jalan raya,sehingga banyak orang yang lewat untuk mampir,sekedar untuk istirahat atau mencicipi hidangan di area situ ini,entah pada hari kerja atau liburan.Sedangkan pada hari libur,banyak keluarga yang memanfaatkan wisata air Situ Cipondoh untuk menemani anak-anak mereka menaiki bebek gowes,sembari menikmati aneka kuliner di tempat ini.Tidak ketinggalan yang mempunyai hobi memancingpun,banyak yang memanfaatkan area situ sebagai tempat 'menyalurkan' hobinya,karena tempatnya nyaman dan gratis.



SITU BULAKAN
Situ Bulakan yang berlokasi di Keluarahan Priuk,Kecamatan Priuk Kodya Tangerang,sampai saat ini masih terus dikembangkan, terutama dengan semakin baiknya sarana jalan yang telah dibangun Pemerintah Kota Tangerang.Situ Bulakan yang mempunyai luas 30 Hektar (300.000 m2),menjadikan tempat ini sebagai alternatif wisata yang cukup menarik, terutama bagi masyarakat sekitarnya,yang didominasi perumahan-perumahan,antara lain : Vila Mutiara Pluit, Villa Tomang Baru,Villa Grand Tomang,Villa Regensi 1-2,Total Persada,Vila Tangerang Indah,Wisma Harapan, Permata Tangerang,dan perumahan-perumahan yang ada di Kutabumi.


Foto : Situ Bulakan di sore hari

Wisata air dengan bebek-bebekan dayung,menjadi obyek wisata yang paling ramai diminati,terutama pada akhir pekan,dengan sabar orang mengantri untuk mendapatkan giliran menaikinya,tercatat +/- ada 20 bebek-bebekan gowes (sepeda air).Yang menarik juga adalah 'flying fox',dengan menaiki perahu ke tengah danau,menaiki menaranya dan seluncur di atas tali menuju pinggiran danau,sensasi yang pelu di coba.Kegiatan memancing ikan-pun  banyak dilakukan di tempat ini,yaitu di seberang situ,di mana sebelumnya berupa rawa-rawa penuh enceng gondok,sampai saat ini masih gratis.Nah,kalau yang mau mancing seharian hanya bayar Rp.24.000,- sampai puas,dapat berapa saja tidak ditimbang 'kiloan',lokasinya berada di dekat situ,tersedia aneka ikan air tawar : ikan lele,ikan bawal dan ikan mas.


Foto : bebek gowes,warung di jalan utama,mancing gratis dan ramenya pengunjung Situ Bulakan

Yang menarik dari area Situ Bulakan,tersedia aneka makanan yang dijual di warung-warung yang ada disepanjang jalan dengan panorama situ,dari makanan ringan sampai makan 'berat' pun tersedia.Para pedagang yang menjual selain makananpun ada,seperti menjual helm dan aksesoris sepeda motor.

Peta Lokasi Situ Bulakan


SITU KELAPA DUA

Situ Kelapa Dua yang luasnya 23,5 hektar berada di Kelurahan Kelapa Dua Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang,yang lokasinya dekat dengan Lippo Karawaci,baru beberapa bulan beroperasi sebagai kawasan wisata air (Maret 2010).Pasilitas bebek gowes yang menjadi 'icon' wisata situ,sudah ramai digunakan oleh pengunjung,ada flying fox dan warung-warung yang berjualan makanan yang sudah ada lebih dahulu,cukup banyak ada di area Situ Kelapa Dua.Selain itu ada beberapa pedagang tanaman hias didepan situ dan disepanjang jalan Kelapa Dua ada juga yang berjualan ikan hias dan kerajinan dari rotan.


Foto : Situ Kelapa Dua


Foto : bebek gowes,pondokan,tanaman hias dan penjual kerajinan rotan-ikan hias

Peta lokasi Situ Kelapa Dua


Situ yang yang dijadikan sarana wisata tentunya sangat mempunyai arti bagi masyarakat setempat,karena dapat memberikan alternatif tempat hiburan,dan tentunya juga cukup membantu para wirausaha kecil yang membuka usaha di tempat ini.Situ yang nyaman,bersih,mempunyai aneka pasilitas,serta dikelola dengan baik,akan menjadikan situ tidak kalah dengan tempat wisata lainnya.Selamat menikmati wisata situ Tangerang Banten.....